Berita Surabaya
Minggu, 12 Maret 2017 23:32
![]() |
Ketua HKTI Jatim yang juga Anggota DPD RI Ahmad Nawardi |
SURYA.co.id | SURABAYA -
Ahmad Nawardi yang juga Ketua HKTI Jatim kaget sekaligus prihatin saat mendengar banyak perempuan petani menjadi pemandu lagu.
Situasi ini mengemuka saat Nawardi menggelar diakusi bersama puluhan ketua HKTI seluruh Jatim. Diskusi ini sebenarnya mengangkat tema terkait amandemen UUD 1945.
"Kami prihatin jika ada perempuan petani malah memilih menjadi pemandu lagu, pergi ke kota," kata Nawardi, Minggu (12/3/2017).
Namun, anggota DPD RI itu bisa memahami akan situasi di kampung. Saat ini, bekerja di lahan pertanian memang tak menjanjikan.
Namun, itulah tantangan HKTI. "Kami mendorong agar kebijakan pemerintah harus berorientasi pada kesejahteraan petani. Anggota HKTI juga harus kreatif dan inovatif," tambah Nawardi.
Jimantoro, salah satu HKTI di Jember menyampaikan bahwa banyak perempuan di kampungnya tak mau ke ladang.
"Lebih baik memilih menjadi pemandu lagu. Cukup semalam sudah 100.000," kata Jimantoro.
Nawardi mengundang semua ketua HKTI tingkat kabupaten dan Kota di Jatim. Mereka akan menggelar pemeran khusus pertanian. Inovasi karya petani akan digelar di Grand Surya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar